Total Pageviews

Monday, December 6, 2010

Indonesia Kekuatan baru ekonomi Dunia

Pertumbuhan ekonomi nasional dinilai memiliki potensi sangat baik dan prospek cukup cerah, yang dapat mendorong Indonesia tampil menjadi kekuatan baru ekonomi dunia.

Indonesia memiliki peluang besar menjadi kekuatan baru ekonomi dunia, kata Ginandjar Kartasasmita yang ekonom nasional yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) di Bogor, Ahad (5/12).

"Potensi dan prospek ekonomi Indonesia sangat baik," katanya saat menjadi pemateri dalam diskusi panel yang digagas Panitia Muktamar-V Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) di IPB Internasional Convention Center (IICC) Kota Bogor, Jawa Barat.

ICMI menggelar Muktamar-V di Kota Bogor, Jawa Barat pada 4-7 Desember dengan mengangkat tema "Membangan Peradaban Indonesia Madani."

Diskusi panel tentang ekonomi mengangkat tema "Membangun Peradaban Indonesia Madani melalui Pembangunan Ekonomi Berkeadilan" menghadirkan nara sumber Ginandjar Kartasasmita dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Menurut Ginandjar, masa depan ekonomi Indonesia sangat prospektif karena akan mampu mewujudkan pertumbuhan di atas dua digit.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan harus mampu melampaui dua digit atau di atas 10 persen lebih," tegas Ginandjar.

Ginandjar meyakini Indonesia memiliki potensi besar mewujudkan pertumbuhan ekonomi di atas dua digit.

"Indonesia bisa dan harus bisa mewujudkan pertumbuhan ekonomi di atas dua digit," papar tokoh yang pernah menduduki berbagai posisi penting selama 30 tahun pada era Orde Baru.

Dia mengungkapkan, pada era Orde Baru, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia selalu di atas 7 persen.

Selama era reformasi, sambung dia, Indonesia belum mampu mewujudkan pertumbuhan di atas 7 persen.

Namun Ginandjar meyakini dengan potensi dan modal besar yang dimiliki, ke depan Indonesia akan mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi di atas dua digit. (Ant/RIZ)

Data : MetroTVNews

0 komentar:

Post a Comment

Hanya untuk komentar.

 
Free Host | lasik surgery new york